<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>KMHD Swastika Taruna</title>
	<atom:link href="http://kmhdswastikataruna.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kmhdswastikataruna.wordpress.com</link>
	<description>Universitas Sanata Dharma Yogyakarta</description>
	<lastBuildDate>Wed, 23 Jan 2008 13:02:30 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='kmhdswastikataruna.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/1390721f7d3bc762c205ac7e2e0d140c?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>KMHD Swastika Taruna</title>
		<link>http://kmhdswastikataruna.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>SELAMAT HARI RAYA GALUNGAN &amp; KUNINGAN</title>
		<link>http://kmhdswastikataruna.wordpress.com/2008/01/23/selamat-hari-raya-galungan-kuningan/</link>
		<comments>http://kmhdswastikataruna.wordpress.com/2008/01/23/selamat-hari-raya-galungan-kuningan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jan 2008 13:02:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>swastikataruna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hot issue]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kmhdswastikataruna.wordpress.com/2008/01/23/selamat-hari-raya-galungan-kuningan/</guid>
		<description><![CDATA[
Buda Kliwon Dungulan disebut Hari Suci Galungan, hari kemenangan Dharma melawan Adharma dan juga disebut dengan Hari Piodalan Jagat. Hari Suci Galungan mempunyai hakekat yang sama dengan &#8220;Sraddha Wijaya Dasami&#8221; salah satu hari besar di India. Hari ini juga merupakan hari kemenangan (wijaya). Dirayakan dengan menghormati leluhur (Sraddha) yang dirayakan 10 hari (Dasami=kesepuluh). Pada hari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kmhdswastikataruna.wordpress.com&blog=1423490&post=39&subd=kmhdswastikataruna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div STYLE="text-align: center"><img SRC="http://i212.photobucket.com/albums/cc148/kmhd_usd/galungannkuningan.jpg" BORDER="0" WIDTH="180" HEIGHT="269" /></div>
<p>Buda Kliwon Dungulan disebut Hari Suci Galungan, hari kemenangan Dharma melawan Adharma dan juga disebut dengan Hari Piodalan Jagat. Hari Suci Galungan mempunyai hakekat yang sama dengan &#8220;Sraddha Wijaya Dasami&#8221; salah satu hari besar di India. Hari ini juga merupakan hari kemenangan (wijaya). Dirayakan dengan menghormati leluhur (Sraddha) yang dirayakan 10 hari (Dasami=kesepuluh). Pada hari ini patut menghaturkan sesajen menurut kemampuan berlandaskan bhakti yang mendalam dipersembahkan kepada Ida Sang Hyang Widhi dengan semua manifestasinya, Dewa Pitara dan semua ciptaan-Nya yang bermanfaat bagi manusia.Buda Kliwon Dungulan disebut Hari Suci Galungan, hari kemenangan Dharma melawan Adharma dan juga disebut dengan Hari Piodalan Jagat. Hari Suci Galungan mempunyai hakekat yang sama dengan &#8220;Sraddha Wijaya Dasami&#8221; salah satu hari besar di India. Hari ini juga merupakan hari kemenangan (wijaya). Dirayakan dengan menghormati leluhur (Sraddha) yang dirayakan 10 hari (Dasami=kesepuluh). Pada hari ini patut menghaturkan sesajen menurut kemampuan berlandaskan bhakti yang mendalam dipersembahkan kepada Ida Sang Hyang Widhi dengan semua manifestasinya, Dewa Pitara dan semua ciptaan-Nya yang bermanfaat bagi manusia.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kmhdswastikataruna.wordpress.com/39/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kmhdswastikataruna.wordpress.com/39/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kmhdswastikataruna.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kmhdswastikataruna.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kmhdswastikataruna.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kmhdswastikataruna.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kmhdswastikataruna.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kmhdswastikataruna.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kmhdswastikataruna.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kmhdswastikataruna.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kmhdswastikataruna.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kmhdswastikataruna.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kmhdswastikataruna.wordpress.com&blog=1423490&post=39&subd=kmhdswastikataruna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kmhdswastikataruna.wordpress.com/2008/01/23/selamat-hari-raya-galungan-kuningan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fad03c512034f577a2fae632fed09f72?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">swastikataruna</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ekstrinsik Vs Intrinsik</title>
		<link>http://kmhdswastikataruna.wordpress.com/2007/10/28/ekstrinsik-vs-intrinsik/</link>
		<comments>http://kmhdswastikataruna.wordpress.com/2007/10/28/ekstrinsik-vs-intrinsik/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Oct 2007 11:57:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>swastikataruna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hot issue]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kmhdswastikataruna.wordpress.com/2007/10/28/ekstrinsik-vs-intrinsik/</guid>
		<description><![CDATA[Dalam sebuah hadis diceritakan, suatu ketika Nabi Muhammad SAW mendengar berita perihal seorang yang shalat di malam hari dan puasa di siang hari, tetapi menyakiti tetangganya dengan lisannya. Nabi Muhammad SAW menjawab singkat, &#8220;Ia di neraka&#8221;. Hadis ini memperlihatkan kepada kita bahwa ibadah ritual saja belum cukup. Ibadah ritual mesti dibarengi ibadah sosial. Pelaksanaan ibadah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kmhdswastikataruna.wordpress.com&blog=1423490&post=38&subd=kmhdswastikataruna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p ALIGN="justify">Dalam sebuah hadis diceritakan, suatu ketika Nabi Muhammad SAW mendengar berita perihal seorang yang shalat di malam hari dan puasa di siang hari, tetapi menyakiti tetangganya dengan lisannya. Nabi Muhammad SAW menjawab singkat, &#8220;Ia di neraka&#8221;. Hadis ini memperlihatkan kepada kita bahwa ibadah ritual saja belum cukup. Ibadah ritual mesti dibarengi ibadah sosial. Pelaksanaan ibadah ritual yang tulus harus melahirkan kepedulian pada lingkungan sosial.Hadis di atas juga ingin mengatakan, agama jangan dipakai sebagai tameng memperoleh kedudukan dan citra baik di hadapan orang lain. Hal ini sejalan dengan definisi keberagamaan dari Gordon W. Allport.Allport, psikolog, membagi dua macam cara beragama: ekstrinsik dan intrinsik. Yang ekstrinsik memandang agama sebagai sesuatu yang dapat dimanfaatkan.</p>
<p ALIGN="justify">Agama dimanfaatkan demikian rupa agar dia memperoleh status darinya. Ia puasa, misa, kebaktian, atau membaca kitab suci, bukan untuk meraih keberkahan Tuhan, melainkan supaya orang lain menghargai dirinya. Dia beragama demi status dan harga diri. Ajaran agama tidak menghujam ke dalam dirinya. Yang kedua, yang intrinsik, adalah cara beragama yang memasukkan nilai-nilai agama ke dalam dirinya. Nilai dan ajaran agama terhujam jauh ke dalam jiwa penganutnya. Adanya internalisasi nilai spiritual keagamaan. Ibadah ritual bukan hanya praktik tanpa makna. Semua ibadah itu memiliki pengaruh dalam sikapnya sehari-hari. Baginya, agama adalah penghayatan batin kepada Tuhan. Cara beragama yang intrinsiklah yang mampu menciptakan lingkungan yang bersih dan penuh kasih sayang.</p>
<p ALIGN="justify">Keberagamaan ekstrinsik, cara beragama yang tidak tulus, melahirkan egoisme. Egoisme bertanggungjawab atas kegagalan manusia mencari kebahagiaan, kata Leo Tolstoy. Kebahagiaan tidak terletak pada kesenangan diri sendiri. Kebahagiaan terletak pada kebersamaan. Sebaliknya, cara beragama yang intrinsik menciptakan kebersamaan. Karena itu, menciptakan kebahagiaan dalam diri penganutnya dan lingkungan sosialnya. Ada penghayatan terhadap pelaksanaan ritual-ritual agama.</p>
<p ALIGN="justify">Cara beragama yang ekstrinsik menjadikan agama sebagai alat politis dan ekonomis. Sebuah sikap beragama yang memunculkan sikap hipokrit; kemunafikan. Syaikh Al Ghazali dan Sayid Quthb pernah berkata, kita ribut tentang bid&#8217;ah dalam shalat dan haji, tetapi dengan tenang melakukan bid&#8217;ah dalam urusan ekonomi dan politik. Kita puasa tetapi dengan tenang melakukan korupsi. Juga kekerasan, pencurian, dan penindasan.</p>
<p ALIGN="justify">Indonesia, sebuah negeri yang katanya agamis, merupakan negara penuh pertikaian. Majalah Newsweek edisi 9 Juli 2001 mencatat, Indonesia dengan 17.000 pulau ini menyimpan 1.000 titik api yang sewaktu-waktu siap menyala. Bila tidak dikelola, dengan mudah beralih menjadi bentuk kekerasan yang memakan korban. Peringatan Newsweek lima tahun lalu itu, rupanya mulai memperlihatkan kebenaran. Poso, Maluku, Papua Barat, Aceh menjadi contohnya. Ironis.</p>
<p ALIGN="justify">Jalaluddin Rakhmat, dalam Islam Alternatif , menulis betapa banyak umat Islam disibukkan dengan urusan ibadah mahdhah (ritual), tetapi mengabaikan kemiskinan, kebodohan, penyakit, kelaparan, kesengsaraan, dan kesulitan hidup yang diderita saudara-saudara mereka. Betapa banyak orang kaya Islam yang dengan khusuk meratakan dahinya di atas sajadah, sementara di sekitarnya tubuh-tubuh layu digerogoti penyakit dan kekurangan gizi.</p>
<p ALIGN="justify">Kita kerap melihat jutaan uang dihabiskan untuk upacara-upacara keagamaan, di saat ribuan anak di sudut-sudut negeri ini tidak dapat melanjutkan sekolah. Jutaan uang dihamburkan untuk membangun rumah ibadah yang megah, di saat ribuan orang tua masih harus menanggung beban mencari sesuap nasi, di saat ribuan orang sakit menggelepar menunggu maut karena tidak dapat membayar biaya rumah sakit. Secara ekstrinsik mereka beragama, tetapi secara intrinsik tidak beragama.</p>
<p ALIGN="justify"><font COLOR="#ff00ff">&#8212; by toa </font></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kmhdswastikataruna.wordpress.com/38/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kmhdswastikataruna.wordpress.com/38/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kmhdswastikataruna.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kmhdswastikataruna.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kmhdswastikataruna.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kmhdswastikataruna.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kmhdswastikataruna.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kmhdswastikataruna.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kmhdswastikataruna.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kmhdswastikataruna.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kmhdswastikataruna.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kmhdswastikataruna.wordpress.com/38/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kmhdswastikataruna.wordpress.com&blog=1423490&post=38&subd=kmhdswastikataruna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kmhdswastikataruna.wordpress.com/2007/10/28/ekstrinsik-vs-intrinsik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fad03c512034f577a2fae632fed09f72?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">swastikataruna</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ironi sebuah Kejujuran</title>
		<link>http://kmhdswastikataruna.wordpress.com/2007/10/28/ironi-sebuah-kejujuran/</link>
		<comments>http://kmhdswastikataruna.wordpress.com/2007/10/28/ironi-sebuah-kejujuran/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Oct 2007 11:31:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>swastikataruna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hot issue]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kmhdswastikataruna.wordpress.com/2007/10/28/ironi-sebuah-kejujuran/</guid>
		<description><![CDATA[Apa yg kelihatan baik belum tentu benar adanya.
Suatu sore, seorang pemuda datang ke sebuah restoran
yang menjual ayam goreng dan membeli 9 potong ayam.
Ia membawa ayam gorengnya ke taman, untuk
dinikmati bersama kekasihnya di bawah sinar rembulan
yang romantis.
Ketika membuka bungkusan ayam goreng itu, pemuda itu
terkejut. Bukan ayam yang didapatinya, melainkan uang
hasil penjualan restoran itu sebanyak 9000 dollar.
Pemuda [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kmhdswastikataruna.wordpress.com&blog=1423490&post=36&subd=kmhdswastikataruna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p ALIGN="justify">Apa yg kelihatan baik belum tentu benar adanya.<br />
Suatu sore, seorang pemuda datang ke sebuah restoran<br />
yang menjual ayam goreng dan membeli 9 potong ayam.<br />
Ia membawa ayam gorengnya ke taman, untuk<br />
dinikmati bersama kekasihnya di bawah sinar rembulan<br />
yang romantis.<br />
Ketika membuka bungkusan ayam goreng itu, pemuda itu<br />
terkejut. Bukan ayam yang didapatinya, melainkan uang<br />
hasil penjualan restoran itu sebanyak 9000 dollar.<br />
Pemuda itu kemudian mengembalikan uang itu dan<br />
meminta ayam goreng sebagai gantinya.<br />
Pemilik restoran, merasa kagum atas kejujuran si<br />
pemuda,menanyakan namanya dan mengatakan hendak<br />
menelpon wartawan surat kabar dan stasiun televisi<br />
agar membuat cerita tentang si pemuda. Ia akan menjadi<br />
pahlawan, sebuah contoh nilai kejujuran dan moral<br />
yang akan mengilhami yang lain!</p>
<p>Namun pemuda yang sedang lapar itu menolaknya.<br />
&#8220;Kekasihku sedang menunggu.Aku hanya ingin ayam gorengku.&#8221;<br />
Pemilik restoran menjadi semakin kagum atas sikap si<br />
pemuda yang begitu rendah hati.<br />
Ia memohon agar diijinkan menceritakan kejadian itu<br />
kepada wartawan. Pada saat itulah si pemuda jujur menjadi<br />
marah dan meminta ayam gorengnya.<br />
&#8220;Aku tidak mengerti&#8221; kata pemilik restoran. &#8220;Anda<br />
adalah satu-satunya pemuda jujur di tengah dunia yang<br />
tidak jujur! Ini merupakan suatu kesempatan yang baik<br />
untuk mengatakan kepada dunia bahwa masih ada orang-orang<br />
jujur yang mau bertindak benar.<br />
Saya mohon, beritahukan nama Anda dan juga nama wanita itu.<br />
Apakah ia istrimu?&#8221;<br />
&#8220;Itulah masalahnya,&#8221; kata si pemuda. &#8220;Istriku ada di<br />
rumah. Wanita di dalam mobil itu adalah kekasihku.<br />
Sekarang berikan ayamku agar aku dapat pergi dari<br />
sini.&#8221;</p>
<p>Moral of the story:<br />
Mudah untuk terlihat baik di depan orang-orang yang tidak mengenalmu.<br />
Banyak di antara kita yang melakukan perbuatan baik di sana sini, pergi ke<br />
tempat ibadah, berkata benar, dan semua orang mengira kita adalah sosok<br />
ideal yang sebenarnya tidak demikian.<br />
Yang terpenting adalah apa yang ada di dalam hatimu.<br />
Tidaklah penting berapa banyak hal yang kau perbuat<br />
atau apa yang orang lain kira tentang dirimu.<br />
Yang penting adalah hal yang terdalam.<br />
Jangan lakukan sesuatu supaya orang lain menyukaimu<br />
atau supaya seseorang kagum padamu &#8211; lakukan sesuatu<br />
untuk dirimu sendiri, jadikan dirimu seseorang yang<br />
lebih baik.</p>
<p><font COLOR="#ff00ff">    &#8212; by toa </font></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kmhdswastikataruna.wordpress.com/36/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kmhdswastikataruna.wordpress.com/36/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kmhdswastikataruna.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kmhdswastikataruna.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kmhdswastikataruna.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kmhdswastikataruna.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kmhdswastikataruna.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kmhdswastikataruna.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kmhdswastikataruna.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kmhdswastikataruna.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kmhdswastikataruna.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kmhdswastikataruna.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kmhdswastikataruna.wordpress.com&blog=1423490&post=36&subd=kmhdswastikataruna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kmhdswastikataruna.wordpress.com/2007/10/28/ironi-sebuah-kejujuran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fad03c512034f577a2fae632fed09f72?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">swastikataruna</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MENYEBRANGI LAUTAN MAYA</title>
		<link>http://kmhdswastikataruna.wordpress.com/2007/10/28/menyebrangi-lautan-maya/</link>
		<comments>http://kmhdswastikataruna.wordpress.com/2007/10/28/menyebrangi-lautan-maya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Oct 2007 11:28:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>swastikataruna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hot issue]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kmhdswastikataruna.wordpress.com/2007/10/28/menyebrangi-lautan-maya/</guid>
		<description><![CDATA[Aku akan menggambarkan kepadamu sekarang bagaimana engkau menjadi aku sendiri dan memperoleh kesadaran setelah menembus penipuan maya dalam bentuk berbagai unsur. Tepat sebagai sebuah sungai yang timbul di gunung sebagai aliran yang kecil lambat laun berkembang menjadi aliran yang besar, demikian pula penipuan  (maya) ini keluar dari brahman sebagai keputusan yang telah tetap berkembang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kmhdswastikataruna.wordpress.com&blog=1423490&post=34&subd=kmhdswastikataruna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p ALIGN="justify">Aku akan menggambarkan kepadamu sekarang bagaimana engkau menjadi aku sendiri dan memperoleh kesadaran setelah menembus penipuan maya dalam bentuk berbagai unsur. Tepat sebagai sebuah sungai yang timbul di gunung sebagai aliran yang kecil lambat laun berkembang menjadi aliran yang besar, demikian pula penipuan  (maya) ini keluar dari brahman sebagai keputusan yang telah tetap berkembang menjadi berbagai kehidupan dari 5 unsur.</p>
<p ALIGN="justify"> Tepat sebagai aliran memperoleh kekuatan yang makin besar sementara ia mengalir dari tepi yang tinggi dipaksa oleh penarikan gaya berat, penipuan ini berkembang bersama dengan meluasnya semesta melalui perjalanan waktu antara dasar – dasar ganda dari aktivitas dan pembebasan.</p>
<p ALIGN="justify">Tepat sebagai kota – kota yang terletak di tepi sungai dimusnahkan oleh banjir yang disebabkan oleh hujan, demikian pulalah latihan yoga diganggu oleh pikiran – pikiran palsu yang timbul dari ketiga sifat (guna). Tepat sebagai dia, yang ingin berenang di kali harus menyadari bahaya dalam bentuk pusaran air, batu karang, dan buaya – buaya, demikian pulalah seorang pencari harus bersih dari perasaan dendam, iri hati, dan kesombongan.</p>
<p ALIGN="justify">Aktifitas keduniawian membentuk semacam bendungan melintasi sungai khayalan ini, dimana terdapat pusaran – pusaran dalam bentuk perbuatan – perbuatan yang baik dan buruk, kesenangan dan penderitaan, adalah seperti reruntuhan muatan kapal yang tenggelam. Terdapatlah sebuah pulau nafsu yang dihanyutkan oleh gelombang – gelombang keinginan, disekelilingnya timbul makhluk – makhluk seperti buih – buih yang kosong. Kebanggaan tiga ganda yang timbul dari pengetahuan, kekuatan, dan kekayaan, menyebabkan timbulnya gelombang – gelombang dalam bentuk kecil, dalam bentuk pencarian pemuasan.</p>
<p ALIGN="justify">Seperti gelembung – gelembung yang timbul dari perbuatan air yang mengalir keras jatuh di atas batu, makhluk – makhluk manusia lahir dan mati dari perbuatan lingkaran evolusi dan hukum dari kelahiran dan kematian.<br />
Sebagai seekor ikan yang menelan sekeping daging penipuan menghancurkan ketegasan. Dalam sungai maya ini, bunyi kodok dalam bentuk kebodohan selalu terdengar. Diatas tepian air berlumpur dari khayalan terdapat keriuhan besar disebabkan oleh keaktifan duniawi dan dalam hal ini aliran yang kosong adalah kegelapan (tamas) dan dasar yang kuat dari kebenaran (sattwam) disembunyikan di kedalaman yang besar.
</p>
<p ALIGN="justify"> Kadang – kadang, terdapatlah banjir dalam bentuk kelahiran kembali, yang menghancurkan benteng bahkan dari dunia yang lebih baik dan melarikan batu – batu dunia ini. Aliran itu kuat dan tidak terdapat jembatan. Pertanyaannya sekarang ialah, bagaimana makhluk manusia akan menyebrangi sungai dalam bentuk maya, teristimewa bila setiap usaha yang telah dibuat ternyata tidak berhasil ? Mereka, yang percaya hanya kepada kecerdasan untuk menyebrangi sungai ini, tenggelam karena kesombongan oleh kedalaman pengetahuan mereka, sebagai seorang perenang yang percaya kepada kekuatan tangan – tangannya ditarik kedalamnya. Beberapa membawa ikat pinggang penyelamat dalam bentuk weda, tetapi juga melekatkan sebuah batu di sekeliling mereka dalam bentuk kesombongan diri. Beberapa karena kegembiraan kemudian berpegang kepada papan keindriaan.</p>
<p ALIGN="justify">Hampir semua pencari harus hati – hati terhadap penyimpangan intelek dan kelemahan umur tua, sebagai seorang perenang yang menghindari tertangkap dalam jala dan tertarik kembali oleh aliran. Seorang pencari mungkin menghadapi kesedihan sebagai seorang perenang menemui tepian berpasir. Ia dapat tertarik ke dalam kesukaran sebagai seorang perenang ditarik ke dalam pusaran air. Ia bermain dalam gelombang – gelombang, yang berbentuk pertumbuhan fisik dan menjadi terlihat dalam lubang – lubang kekeliruan. Kemalangan mungkin menyerang dia sebagai unggas menyerang si perenang sementara ia keluar dari air. Dalam keadaan ini, godaan untuk mengambil kesenangan indria adalah fatal bagi si pencari, sebagai menangkap sehelai jerami bagi orang yang sedang tenggelam.</p>
<p ALIGN="justify">Beberapa pencari memperoleh kelegaan dalam tempat pemberhentian dalam bentuk kesenangan surga karena mereka sangat percaya kepada ritual, tetapi tugasnya yang utama tetap tinggal tidak lengkap. Pencari – pencari yang lain, percaya kepada perbuatan untuk mencapai pembebasan tetapi kemajuannya mengalami kemunduran oleh pertengkaran yang terus menerus dalam pikirannya berkenaan dengan apa yang benar.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kmhdswastikataruna.wordpress.com/34/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kmhdswastikataruna.wordpress.com/34/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kmhdswastikataruna.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kmhdswastikataruna.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kmhdswastikataruna.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kmhdswastikataruna.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kmhdswastikataruna.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kmhdswastikataruna.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kmhdswastikataruna.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kmhdswastikataruna.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kmhdswastikataruna.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kmhdswastikataruna.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kmhdswastikataruna.wordpress.com&blog=1423490&post=34&subd=kmhdswastikataruna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kmhdswastikataruna.wordpress.com/2007/10/28/menyebrangi-lautan-maya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fad03c512034f577a2fae632fed09f72?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">swastikataruna</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>REMBULAN DALAM TEMPAYAN BERISI AIR</title>
		<link>http://kmhdswastikataruna.wordpress.com/2007/10/28/rembulan-di-tempayan-berisi-air/</link>
		<comments>http://kmhdswastikataruna.wordpress.com/2007/10/28/rembulan-di-tempayan-berisi-air/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Oct 2007 11:08:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>swastikataruna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hot issue]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kmhdswastikataruna.wordpress.com/2007/10/28/rembulan-di-tempayan-berisi-air/</guid>
		<description><![CDATA[Halo temen2&#8230; pha kabar?! Sudah lama neh tulisan di blog qta ngga di-update. Gemana neh? Hmn&#8230; Wajar! Karena Admin lama menunggu tulisan dari temen2 yang akhirnya kunjung datang juga. Hehehe   Dalam tulisan kali ini, penulis mengajak temen2  mencoba untuk lebih meng-explore diri tentang hal yang biasa kita lakukan sebagai umat hindu. Nah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kmhdswastikataruna.wordpress.com&blog=1423490&post=33&subd=kmhdswastikataruna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p ALIGN="justify">Halo temen2&#8230; pha kabar?! Sudah lama neh tulisan di blog qta ngga di-update. Gemana neh? Hmn&#8230; Wajar! Karena Admin lama menunggu tulisan dari temen2 yang akhirnya kunjung datang juga. Hehehe <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' />  Dalam tulisan kali ini, penulis mengajak temen2  mencoba untuk lebih meng-explore diri tentang hal yang biasa kita lakukan sebagai umat hindu. Nah bagi temen2 yang senang belajar meditasi atau yoga apalah, tentunya sudah tidak asing dengan tulisan kali ini. Truz temen2 yang ngga??? Tenang2! Kalian terakomodir ko&#8230; Hehehe&#8230; Buat nambah2 pengetahuan la yaw..<br />
Sebelum mulai ke inti ada baiknya baca torehan tanganku ini yach!! Yang berasal dari negeri antah berantah, agak sdikit &#8220;dalam c <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> &#8221; tapi&#8230; nikmatin ajah. WHehehehehe&#8230;.</p>
<p><font COLOR="#0000ff"><em>Entah. Aku ingin… Aku iri</em></font></p>
<p><font COLOR="#0000ff"><em><font COLOR="#0000ff"><em><font COLOR="#0000ff"><em>Warna warni kehidupan dunia</em></font><font COLOR="#0000ff"><em><br />
</em></font><font COLOR="#0000ff"><em> Banyak sudah telah kureguk nikmat semu</em></font><font COLOR="#0000ff"><em><br />
</em></font><font COLOR="#0000ff"><em> Walau semu tapi buatku lupa</em></font><font COLOR="#0000ff"><em><br />
</em></font><font COLOR="#0000ff"><em> Pada Pemberi nikmat tiada batas</em></font></em></font></em></font></p>
<p><font COLOR="#0000ff"><em><font COLOR="#0000ff"><em><font COLOR="#0000ff"><em>Wahai orang-orang pasrah</em></font><font COLOR="#0000ff"><em><br />
</em></font><font COLOR="#0000ff"><em> Aku saksikan nikmat yang engkau reguk</em></font><font COLOR="#0000ff"><em><br />
</em></font><font COLOR="#0000ff"><em> Kenikmatan yang tak berujung</em></font><font COLOR="#0000ff"><em><br />
</em></font><font COLOR="#0000ff"><em> Dalam kepasrahan pada Yang Maha Pemberi</em></font><font COLOR="#0000ff"><em><br />
</em></font><font COLOR="#0000ff"><em> Entah. Aku ingin…aku iri </em></font><font COLOR="#0000ff"></font></em></font></em></font></p>
<p><font COLOR="#0000ff"><em><font COLOR="#0000ff"><em><font COLOR="#0000ff"><em>Padahal hanya cermin bayangnya</em></font><font COLOR="#0000ff"><em><br />
</em></font><font COLOR="#0000ff"><em> Terdiam pada kenyataan</em></font><font COLOR="#0000ff"><em><br />
</em></font><font COLOR="#0000ff"><em> Terbelenggu syahdu keraguanku</em></font></em></font></em></font></p>
<p><font COLOR="#0000ff"><em><font COLOR="#0000ff"><em><font COLOR="#0000ff"></font><font COLOR="#0000ff"><em>Karena memang banyak dosa</em></font><font COLOR="#0000ff"><em><br />
</em></font><font COLOR="#0000ff"><em> Yang terlahir dari keangkuhan</em></font><font COLOR="#0000ff"><em><br />
</em></font><font COLOR="#0000ff"><em> Entah. Aku ingin&#8230; Aku iri</em></font></em></font></em></font></p>
<p><font COLOR="#0000ff"><em><font COLOR="#0000ff"><em><font COLOR="#0000ff"><em>Dikutif dari &#8220;gusmank talk&#8221;</em></font> </em></font></em></font>
</p>
<p ALIGN="center">*****************</p>
<p ALIGN="justify"><font COLOR="#999999">KEM</font><font COLOR="#c0c0c0">ALAMAN di tengah hutan, tanpa hasil buruan, Nisada alias Lubdhaka akhirnya memutuskan memanjat pohon maja yang dahan-dahannya menaungi telaga berair bening. Busur dan anak panahnya dibawa serta naik, lalu manusia pemburu ini pun duduk di dahan yang telah condong, sembari siaga memanah binatang-binatang buruan datang meminum air.</font></p>
<p ALIGN="justify"><font COLOR="#c0c0c0">Lama ditunggu, tiada seekor binatang juga datang. Rasa kantuk tiba. Jerih terjatuh manakala tertidur lalu dimangsa badak, buaya, dan singa, Nisada pun mencari penghilang kantuk. Dia petik-petik daun maja, tiada henti, menjatuhkannya ke tengah air telaga nan dalam. Tanpa dinyana di tengah telaga ada Siwalingga bukan buatan manusia. Kesiwalingga itulah daun-daun maja petikan Nisada jatuh, tiada disengaja. Dalam keadaan demikian tetap tiada seekor binatang buruan pun dilihatnya datang.</font></p>
<p ALIGN="justify"><font COLOR="#c0c0c0">Dalam visi Mpu Tanakung yang menggubah kisah Nisada itu ke dalam karya puitis kakawin Siwaratrikalpa, si manusia pemburu (yang tiada terelakkan pastilah menjadi pembunuh) ini sungguh tiada pernah berbuat punya, yasa, dharma, serta brata. Perbuatannya sungguh amat kotor nista (kasmala dahat). Toh, pada babakan kisah akhirnya kelak, atmanya bisa masuk menyatu ke alam mahatinggi, Paramasiwa. Itu berkat keutamaan brata Siwaratri sebagai penghilang segenap dusta dan durhaka (saka ri mahaprabhawa nikanang brata panyalimur kadusta kuhaka).</font></p>
<p ALIGN="justify">Adakah kehadiran telaga berair bening nan dalam di sini sebagai kebetulan belaka? Dalam teks-teks Siwaistis yang diselamatkan dan dialirkan terus di Bali hingga kini, air dalam segenap bentuk dan wadagnya mendapat perenungan sedemikian mendalam, memang, selain gunung. Air muncul atau dimunculkan sebagai simbolik puitis untuk melukiskan Dia Yang Mahasuci. Teks Siwaistis kakawin Arjunawiwaha gubahan Mpu Kanwa, misalkan, demikian puitis membentangkan spiritualitas Dia Yang Mahasuci Mahadamai dalam simbolik bayangan rembulan di tempayan berisi air. Demikian, dalam tiap tempayan yang berisi air jernih bening dipastikan bayangan rembulan menampak jelas benderang. Begitulah Dia Yang Mahasucimurni, bakal dihayati dan dirasakan nyata ada-Nya dalam tiap insan yang teguh-kukuh melakonkan yoga senantiasa (iwamangkana rakwa kiteng kadadin/ringangambeki yoga kiteng sakala).</p>
<p ALIGN="justify"><font COLOR="#c0c0c0">Dalam perenungan spiritual, air memang bukan hanya mensucikan, melebur segala mala maupun kasmala menjadi nirmala. Air juga adalah kesucian itu sendiri. Karena itu, hanya dan hanya kesucimurnian itulah yang dapat, mampu, dan berhak melebur-satu-padu dengan Dia Yang Mahasucimurni. Di titik itu Bhuwanakosa mencitrakan ibarat butir-butir air hujan yang jernih-jernih dari langit jatuh menyatu dengan air samudra yang mahaluas. Lebur, luluh, menyatu. Setara dengan kebeningan butir-butir air hujan, kecemerlangan bening butir-butir embun di pucuk ilalang ataupun rerumputan pun digunakan dalam kakawin Dharma sunya sebagai metafora melukiskan Paramasiwa yang bersemayam di pusat padma hati tiap insan. Di sana Dia Yang Mahasuci melihat tapi tidak terlihat. Dia murni tidak terpengaruh oleh berbagai ragam kenikmatan yang tergelar di panggung tubuh raga manusia, tiada ubahnya bunga padma yang hidup dan dihidupi air namun tiada terbasahi air. Kecemerlangan kebeningan butir-butir embun itulah Paramasiswa, dan butir-butir embun itulah atma yang mendenyutkan hidup pada insan manusia. &#8221;&#8230;.Dia Yang Melihat lalu muncul bagaikan embun di pucuk ilalang/gilang cemerlang seperti matahari nan suci bersinar, Dia-lah jiwa segenap jagat/Atma jualah Dia yang perkasa, Ia yang menjadikan muncul kata dan pikiran/ &#8230;.,&#8221; disurat Dharma Sunya.</font></p>
<p ALIGN="justify">Maka, ketika Bhagawan Wararuci lewat Sarasamuccaya memberi pilihan jalan spiritual dalam bentuk tirtayatra, perjalanan menuju pusat-pusat air, sebagai jalan pensucian batin rohani dengan pahala lebih utama tinimbang segala bentuk kurban persembahan yajnya lainnya, adakah yang dimaksudkan sebatas sebagai perjalanan fisik raga belaka? Adakah yang dimaksudkan dengan tirtayatra sebagai &#8221;mahas agelem atirta&#8221; itu cukup sebatas pergi berkeliling ke pusat-pusat air (tirta), atau seperti yang diwujudkan belakangan ini dengan mengunjungi tempat-tempat suci hingga ke India sana?</p>
<p ALIGN="justify"><font COLOR="#c0c0c0">Tampaknya tidak cukup hanya dengan itu. Perjalanan mengunjungi pusat-pusat air suci itu mestilah melibatkan pengalaman kerohanian, sehingga sekaligus juga menjernihkan hamparan pikiran, membeningkan rasa hati, hingga menyucikan batin rohani. Di sana sumber-sumber air kosmik mesti direfleksikan ke dalam pusat-pusat air dalam diri. Teks Siwastis Jnanasiddhanta memberi tuntutan pasti perihal pusat-pusat persemayaman Sang Hyang Tirta dalam semesta diri masing-masing.</font></p>
<p ALIGN="justify"><font COLOR="#c0c0c0">Manakala dalam puja ada sungai-sungai pusat-pusat air yang disucikan dalam kosmis semesta raya dari Sungai (Tirta) Narmada, Sindu, Gangga, dan Saraswati hingga Airawati, Nadi srestha, serta Nadi-tirta) Narmada, Sindu, Gangga, dan Saraswati hingga Airawati, Nadi-srestha, serta Nadi-tirtha, lantas dikenal pula pada asin (keringat), segara/susu (sumsum), asam (daging), minyak/santan/mentega jernih (otak), hingga cairan perasaan tebu (darah), alkohol (air seni), gula/endapan tebu digiling (lidah/air liur), maka Jananasiddhanta menuntun penempuh jalan pendaki rohani agar menyusuri sungai-sungai pusat-pusat air dalam jagat diri itu. Di sanalah air dipadankan dalam badan, masing-amsing berupa : manas (batin) sebagai air suci Sungai Narmada, buddhi sebagai Sungai Sindu, di dasar tenggorokan Sungai Gangga, dan lidah merupakan Sungai Saraswati. Lantas Sungai Airawati disepadankan dalam badan dengan hidung, mata sebagai Nadi-srestha, lalu Siwa-prstha sebagai sungai dalam telinga. Semua itu dalam Jnanasiddhanta dinamakan Sapta Tirta, atau Sapta-arnawa versi Tattwa-jnana.</font></p>
<p ALIGN="justify"><font COLOR="#c0c0c0">Perjalanan ke luar diri, di dalam kosmis semesta raya, karenanya, tidak cukup manakala tidak memantul berefleksi ke dalam jagat diri yang utuh. Dalam kerangka itulah perjalanan menuju pusat-pusat air lewat momentum berbarengan beramai-ramai sosio-religius, seperti melasti, nyegara-gunung, Banyupinaruh, tirtayatra, lebih-lebih saat Siwaratri sebagai malam suntuk kesadaran pemujaan Hyang Siwa bisa dipahami sebagai &#8221;latihan awal&#8221; membiasakan tubuh raga fisik ini mencari, menuju, lalu berada mencerap dalam radius pusat-pusat kesucian itu.</font></p>
<p ALIGN="justify"><font COLOR="#c0c0c0">Toh, Bhagawan Wararuci tetap menilai itu saja tidak cukup. Dalam perilaku sehari-hari berinteraksi dengan manusia lain tetap saja diingatkan agar senantiasa mengupayakan hati tidak kerasukan amarah, teguh pada kebenaran, kukuh pada brata termasuk janji dan prinsip diri. Tiada kalah penting lagi: penuh kasih kepada segenap mahluk (masih ring sarwa bhuta), memandang dan mengapresiasi tiada beda segenap mahluk itu dengan dirinya. &#8221;Dia yang demikian itu perilakunya bakal memperoleh pahala tirtayatra,&#8221; surat sang Bhagawan.</font></p>
<p ALIGN="justify"><font COLOR="#c0c0c0">Itu sebab, tirtayatra paling utama dalam visi Sarasamuscaya mestilah dilakonkan nyata kepada sang daridra (wenang ulahkena ring daridra), yakni sesama mahluk yang tiada berdaya, dina, miskin, melarat, merana, dst. Si daridra itu tiada ubahnya dengan manusia sudah mati meskipun dia masih hidup. Mengangkat harkat sesama dari lembah daridra ke dataran kemanusiaan berbudi berpencerahan itulah &#8221;tirtayatra&#8221; yang mungkin lebih diperlukan kini di tengah pusaran zaman industri yang tiada luput memelantingkan manusia-manusia ke ngarai kekerdilan rohani, bahkan juga ketiadaberdayaan ekonomi. Di sana Kesadaran (tutur) mesti terus diputar sehingga terus terjaga (jagra), seperti Lubdhaka yang tiada henti memetik-metik dan pohon maja. Di titik itu manusia sebagai &#8221;bintang ekonomi&#8221; mesti berhenti berburu ekonomi, sebaliknya bertransformasi menjadi pemburu Kesadaran Mahatinggi, Paramasiswa.</font></p>
<p><font COLOR="#c0c0c0">dikutif dari Perjalanan ke Pusat-pusat Air Kesadaran oleh I Made Prabaswara.</font></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kmhdswastikataruna.wordpress.com/33/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kmhdswastikataruna.wordpress.com/33/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kmhdswastikataruna.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kmhdswastikataruna.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kmhdswastikataruna.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kmhdswastikataruna.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kmhdswastikataruna.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kmhdswastikataruna.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kmhdswastikataruna.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kmhdswastikataruna.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kmhdswastikataruna.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kmhdswastikataruna.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kmhdswastikataruna.wordpress.com&blog=1423490&post=33&subd=kmhdswastikataruna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kmhdswastikataruna.wordpress.com/2007/10/28/rembulan-di-tempayan-berisi-air/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fad03c512034f577a2fae632fed09f72?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">swastikataruna</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SIAPA SEMAR ITU ?</title>
		<link>http://kmhdswastikataruna.wordpress.com/2007/10/28/siapa-semar-itu/</link>
		<comments>http://kmhdswastikataruna.wordpress.com/2007/10/28/siapa-semar-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Oct 2007 11:04:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>swastikataruna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hot issue]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kmhdswastikataruna.wordpress.com/2007/10/28/siapa-semar-itu/</guid>
		<description><![CDATA[
&#160;
Oleh
Drs. Agus Surono

&#160;
SEMAR. Jangan diartikan sebutan Dahyang karena berdasarkan kamus Bahasa Jawa arti dari Dahyang adalah : makhluk halus / maya, sedangkan Bhatara Ismaya / Semar tidaklah selamanya makhluk halus, karena didalam sejarah Nusantara / Indonesia beliau sering menjelma dan menjelma lagi dalam waktu yang tidak lama lagi, karena beliau Pamong Ksatria Nusantara yang bisa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kmhdswastikataruna.wordpress.com&blog=1423490&post=29&subd=kmhdswastikataruna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p ALIGN="center"><strong></p>
<p ALIGN="left">&nbsp;</p>
<p>Oleh<br />
Drs. Agus Surono</strong>
</p>
<p ALIGN="center">&nbsp;</p>
<p ALIGN="justify">SEMAR. Jangan diartikan sebutan Dahyang karena berdasarkan kamus Bahasa Jawa arti dari Dahyang adalah : makhluk halus / maya, sedangkan Bhatara Ismaya / Semar tidaklah selamanya makhluk halus, karena didalam sejarah Nusantara / Indonesia beliau sering menjelma dan menjelma lagi dalam waktu yang tidak lama lagi, karena beliau Pamong Ksatria Nusantara yang bisa menciptakan situasi, Tata Tentram Kitha Raharja, Gemah Ripah Loh Jinawi di Nusantara ini.</p>
<p>Penjelmaan SEMAR di Nusantara berubah-ubah sesuai jamannya seperti :</p>
<ol>
<li> Jaman Kerajaan Singosari I (Rejeng) sekitar gunung Bromo, beliau bernama Kyai Tuki Buda Manang, Munung</li>
<li>Jaman Kediri, beliau bernama Kyai Bancak</li>
<li>Jaman Majapahit beliau bernama Kyai Sabdopalon</li>
<li>Setelah kehancuran Kerajaan Majapahit, beliau menguasai Kerajaan Gaib / Lelembut, beliau bernama Kaki Tunggul Sabdo Jati Doyo Among Rogo</li>
</ol>
<p ALIGN="justify">Untuk penjelmaan nanti, beliau kembali bernama Semar dan muncul bersamaan Pralaya Nusantara, banyak bencana di Indonesia ini dengan menelan banyak korban, kapan itu? Kita tunggu saja nanti.</p>
<p ALIGN="justify">Istilah Bhatara bukan berarti Raja yang mulia (Noble Lord), akan tetapi lebih mencakup penjelmaan swataara yaitu penjelmaan Dewata terutama Dewa Wisnu. Secara etimologi kata Ismaya berasal dari akar kata Iish artinya menguasai, sedangkan mayaa artinya aspek dinamis Substansi Universal. Jadi kata Ismaya mengandung arti menguasai aspek dinamis Substansi Universal. Ismaya merupakan kesadaran kosmis dinamis yang dilambangkan dalam wujud bulat Bathara Ismaya / Semar yang bergerak.</p>
<p ALIGN="justify">Ditinjau dari pelaksanaan Yoga, fakta metaphisis menempatkan beliau pada tataran “Avadhoot” yang mewujudkan Shakti Baglamukti sehingga terbatasinya kesadaran sarira dengan segala macam dualitas dan segala standart konvensional, yang merupakan suatu tataran / tingkatan di bidang Yoga yang dilambangkan oleh Bhatara Ismaya / Semar dalam kiprahnya / kroda dengan membalikkan sarira sehingga posisinya dari berhadapan (dualistis) menjadi searah (tunggal). Searah meniadakan dualitas / sambil “ngenthut” (ava menjadi hawa dan dhoot menjadi kentut), sehingga menjadi jelas bahwa Bhatara Ismaya merupakan aspek dinamis kosmis Hyang Tunggal disamping aspek statis kosmis Hyang Tunggal. Kalau aspek statis kosmis Hyang Tunggal dilambangkan sebagai titik pusat lingkaran, maka Bhatara Ismaya merupakan bagian luar titik sampai garis lingkaran yang bergerak.</p>
<p ALIGN="justify">Dari tingkatan Yoga Langka Dwipa yang terdiri tujuh tataran (Sapta Murti) maka Hyang Tunggal menempati ubun-ubun / Sahasra-Cakra, sedangkan Bhatara Ismaya menempati jambul / Soma Cakra. Dalam hirarki Yoga di India, Soma Cakra ditetapkan sebagai Cakra Rahasia karena para Yogi India hanyalah berbicara pada kualitas moral dan psikologis saja.</p>
<p>Bhatara Ismaya mematuhi perintah Hyang Wenang yaitu tidak akan menempatkan diri dalam visi yogi-yogi India, itulah sebabnya dalam Ramayana dan Mahabarata versi India figure Semar tidak ada.</p>
<p ALIGN="justify">Apa hubungannya Bhatara Ismaya dengan Hyang Manikmaya / Shiwa? Bhatara Ismaya adalah kesadaran kosmis-dinamis, maka dalam pelaksanaannya gerak dari kosmis-dinamis meliputi:</p>
<ol>
<li> Pertumbuhan / Brih / Brahma / yang berpusat di simpul Brahma Granthi (di tengah selangkangan) yang oleh R.Ng.Ronggowarsito di bahasakan Arab dengan istilah “Baital Mukhadar”</li>
<li>Pemelihara / Vishi (Wisnu) yang serba meliputi dan berpusat di simpul Vishnu (hati)/ Vishnu Granthi yang di bahasakan Arab menjadi Baital Muharam</li>
<li>Pemulihan kembali (Shiv) / Shiva berpusat di Simpul Shiva / di mata ketiga ditengah, ditengah kening dengan kedalaman 1,5 inchi, di bahasakan arab oleh R.Ng.Ronggowarsito menjadi Bital Ma’mur</li>
</ol>
<p ALIGN="justify">Doktrin Tri Murti bersumber pada Bhagawan Vyasa (Abiyasa), yaitu Non-Arya keturunan Bharata yang sempurna hidupnya karena beliau telah mencapai Cirajiwi / Murca / lenyap, akan tetapi tidak pernah menemui para Yogi dalam visinya Yogi India.<br />
Sebenarnya tidaklah sulit menemui beliau dalam visi,  terutama bagi mereka yang mau bersusah payah untuk mendaki puncak Gunung Sapta Arga (Gunung Semeru). Bhagawan Abiyasa adalah guru yang berfungsi sebagai pembuka Pratyaksa Vidya yaitu pengetahuan langsung tanpa Indra dan Ratio.
</p>
<p ALIGN="justify">&nbsp;</p>
<p ALIGN="justify"> Kembali pada tokoh Semar, maka ada petunjuk dalam serat Raja Pati Grendala yang menyebutkan dua tokoh Nusantara / Langka Dhvipa / Salmali Dhwipa / Lemuria / Indonesia itu Bathara Semar dan Sang Hyang Wamana. Kedua nama tersebut adalah sama, karena nama dari leluhurnya Orang asli Nusantara yang merupakan Avatara ke-5 Dewa Wisnu dalam wujud manusia kerdil dari lembah Bhagawan Soma / Sala adalah leluhur / Pitri Bangsa Nusantara dan Agama Triwikrama yaitu Agama asli berkembang melalui melalui proses heriditi kurang-lebih 2 juta tahun SM.</p>
<p ALIGN="justify">Jadi dengan demikian terjawab sudah bahwa Semar itu adalah Cikal Bakal Bangsa Nusantara yang merupakan bibit kawitan manusia Nusantara asli yang selalu menghormati leluhur.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kmhdswastikataruna.wordpress.com/29/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kmhdswastikataruna.wordpress.com/29/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kmhdswastikataruna.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kmhdswastikataruna.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kmhdswastikataruna.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kmhdswastikataruna.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kmhdswastikataruna.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kmhdswastikataruna.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kmhdswastikataruna.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kmhdswastikataruna.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kmhdswastikataruna.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kmhdswastikataruna.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kmhdswastikataruna.wordpress.com&blog=1423490&post=29&subd=kmhdswastikataruna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kmhdswastikataruna.wordpress.com/2007/10/28/siapa-semar-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fad03c512034f577a2fae632fed09f72?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">swastikataruna</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BERAGAMA YANG TIDAK KORUPSI</title>
		<link>http://kmhdswastikataruna.wordpress.com/2007/10/28/beragama-yang-tidak-korupsi/</link>
		<comments>http://kmhdswastikataruna.wordpress.com/2007/10/28/beragama-yang-tidak-korupsi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Oct 2007 10:45:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>swastikataruna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hot issue]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kmhdswastikataruna.wordpress.com/2007/10/28/beragama-yang-tidak-korupsi/</guid>
		<description><![CDATA[Suatu kali Emha Ainun Nadjib ditodong pertanyaan beruntun. &#8220;Cak Nun&#8221;, kata sang penanya, &#8220;misalnya pada waktu bersamaan tiba-tiba sampeyan menghadapi tiga pilihan, yang harus dipilih salah satu: pergi ke masjid untuk shalat Jumat, mengantar pacar berenang, atau mengantar tukang becak miskin ke rumah sakit akibat tabrak lari, mana yang sampeyan pilih?&#8221;. Cak Nun menjawab lantang, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kmhdswastikataruna.wordpress.com&blog=1423490&post=31&subd=kmhdswastikataruna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p ALIGN="justify">Suatu kali Emha Ainun Nadjib ditodong pertanyaan beruntun. &#8220;Cak Nun&#8221;, kata sang penanya, &#8220;misalnya pada waktu bersamaan tiba-tiba sampeyan menghadapi tiga pilihan, yang harus dipilih salah satu: pergi ke masjid untuk shalat Jumat, mengantar pacar berenang, atau mengantar tukang becak miskin ke rumah sakit akibat tabrak lari, mana yang sampeyan pilih?&#8221;. Cak Nun menjawab lantang, &#8220;Ya nolong orang kecelakaan&#8221;. &#8220;Tapi sampeyan kan dosa karena tidak sembahyang?&#8221;, kejar si penanya.&#8221;Ah, mosok Gusti Allah ndeso gitu&#8221;, jawab Cak Nun. &#8220;Kalau saya memilih shalat Jumat, itu namanya mau masuk surga tidak ngajak-ngajak&#8221;, katanya lagi. &#8220;Dan lagi belum tentu Tuhan memasukkan ke surga orang yang memperlakukan sembahyang sebagai credit point pribadi&#8221;. Bagi kita yang menjumpai orang yang saat itu juga harus ditolong,Tuhan tidak berada di masjid, melainkan pada diri orang yang kecelakaan itu. Tuhan mengidentifikasikan dirinya pada sejumlah orang. Kata Tuhan: kalau engkau menolong orang sakit, Akulah yang sakit itu. Kalau engkau menegur orang yang kesepian, Akulah yang kesepian itu. Kalau engkau memberi makan orang kelaparan, Akulah yang kelaparan itu. Seraya bertanya balik, Emha berujar, &#8220;Kira-kira Tuhan suka yang mana dari tiga orang ini.</p>
<p ALIGN="justify">Pertama, orang yang shalat lima waktu, membaca al-quran, membangun masjid, tapi korupsi uang negara. Kedua, orang yang tiap hari berdakwah, shalat, hapal al-quran, menganjurkan hidup sederhana, tapi dia sendiri kaya-raya, pelit, dan mengobarkan semangat permusuhan. Ketiga, orang yang tidak shalat, tidak membaca al-quran, tapi suka beramal, tidak korupsi, dan penuh kasih sayang?&#8221; Kalau saya, ucap Cak Nun, memilih orang yang ketiga. Kalau korupsi uang negara, itu namanya membangun neraka, bukan membangun masjid. Kalau korupsi uang rakyat,itu namanya bukan membaca al-quran, tapi menginjak-injaknya. Kalau korupsi uang rakyat, itu namanya tidak sembahyang, tapi menginjak Tuhan.</p>
<p ALIGN="justify">Sedang orang yang suka beramal,tidak korupsi, dan penuh kasih sayang, itulah orang yang sesungguhnya sembahyang dan membaca al-quran. Kriteria kesalehan seseorang tidak hanya diukur lewat shalatnya. Standar kesalehan seseorang tidak melulu dilihat dari banyaknya dia hadir di kebaktian atau misa. Tolok ukur kesalehan hakikatnya adalah output sosialnya: kasih sayang sosial, sikap demokratis, cinta kasih, kemesraan dengan orang lain, memberi, membantu sesama. Idealnya, orang beragama itu mesti shalat, misa, atau ikut kebaktian, tetapi juga tidak korupsi dan memiliki perilaku yang santun dan berkasih sayang.</p>
<p ALIGN="justify">Agama adalah akhlak. Agama adalah perilaku. Agama adalah sikap. Semua agama tentu mengajarkan kesantunan, belas kasih,dan cinta kasih sesama. Bila kita cuma puasa, shalat, baca al-quran, pergi kebaktian, misa, datang ke pura, menurut saya, kita belum layak disebut orang yang beragama. Tetapi, bila saat bersamaan kita tidak mencuri uang negara, meyantuni fakir miskin, memberi makan anak-anak terlantar, hidup bersih, maka itulah orang beragama.Ukuran keberagamaan seseorang sesungguhnya bukan dari kesalehan personalnya, melainkan diukur dari kesalehan sosialnya. Bukan kesalehan pribadi, tapi kesalehan sosial. Orang beragama adalah orang yang bisa menggembirakan tetangganya.</p>
<p ALIGN="justify">Orang beragama ialah orang yang menghormati orang lain, meski beda agama. Orang yang punya solidaritas dan keprihatinan sosial pada kaum mustadh&#8217;afin (kaum tertindas). Juga tidak korupsi dan tidak mengambil yang bukan haknya.Karena itu, orang beragama mestinya memunculkan sikap dan jiwa sosial tinggi. Bukan orang-orang yang meratakan dahinya ke lantai masjid, sementara beberapa meter darinya, orang-orang miskin meronta kelaparan.</p>
<p ALIGN="justify"> <font COLOR="#ff00ff">&#8212; by toa </font></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kmhdswastikataruna.wordpress.com/31/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kmhdswastikataruna.wordpress.com/31/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kmhdswastikataruna.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kmhdswastikataruna.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kmhdswastikataruna.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kmhdswastikataruna.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kmhdswastikataruna.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kmhdswastikataruna.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kmhdswastikataruna.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kmhdswastikataruna.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kmhdswastikataruna.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kmhdswastikataruna.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kmhdswastikataruna.wordpress.com&blog=1423490&post=31&subd=kmhdswastikataruna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kmhdswastikataruna.wordpress.com/2007/10/28/beragama-yang-tidak-korupsi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fad03c512034f577a2fae632fed09f72?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">swastikataruna</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tentang Makrab</title>
		<link>http://kmhdswastikataruna.wordpress.com/2007/09/17/tentang-makrab/</link>
		<comments>http://kmhdswastikataruna.wordpress.com/2007/09/17/tentang-makrab/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Sep 2007 10:02:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>swastikataruna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengumuman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kmhdswastikataruna.wordpress.com/2007/09/17/tentang-makrab/</guid>
		<description><![CDATA[Om Swastiastu,
Tanggal 22-23 September ini KMHD akan mengadakan malam keakraban di Kaliurang. Tema makrab kali ini adalah “Bersama KMHD, Kita Jalin Ikatan Persaudaraan Bernuansakan Hindu”. Acaranya sebagian diisi dengan materi perkenalan KMHD dan sebagian lagi dengan menerapkan konsep desa, kala, patra dengan mengunjungi museum Ullen Sentalu. Makrab kali ini pun mencoba memberikan nuansa yang berbeda [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kmhdswastikataruna.wordpress.com&blog=1423490&post=30&subd=kmhdswastikataruna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Om Swastiastu,<br />
Tanggal 22-23 September ini KMHD akan mengadakan malam keakraban di Kaliurang. Tema makrab kali ini adalah “Bersama KMHD, Kita Jalin Ikatan Persaudaraan Bernuansakan Hindu”. Acaranya sebagian diisi dengan materi perkenalan KMHD dan sebagian lagi dengan menerapkan konsep desa, kala, patra dengan mengunjungi museum Ullen Sentalu. Makrab kali ini pun mencoba memberikan nuansa yang berbeda dengan melakukan regenerasi ke angkatan 2005 dan 2006 yang tampak dalam kepanitiaan dan adanya acara nglawar bareng (untuk cowok) dan mejejaitan (untuk cewek). Dengan konsep seperti ini diharapkan terbentuk anggota KMHD yang berkarakter dan siap membawa kembali KMHD Swastika Taruna ke arah yang lebih baik.<br />
Dengan mengusung tema yang demikian berat kami dari panitia tidak bisa sepenuhnya memberikan tiket gratis untuk mengikuti makrab kali ini. Adapun ketentuan iuran yang diberlakukan adalah sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Untuk angkatan 2003 ke atas dikenakan biaya Rp 15.000,-  , tanpa ikut ke museum tidak dikenakan biaya.</li>
<li>Untuk angkatan 2003 dan 2003 ke bawah dikenakan biaya Rp 35. 000,-</li>
<li>Bagi angkatan 2003 yang mengikuti makrab hanya sehari (karena kesibukan dan lain hal) dikenakan tarif Rp 10.000,- (tanpa ikut ke museum).</li>
<li>Bagi angkatan 2003 yang mengikuti makrab 2 hari tanpa ikut masuk ke museum dikenakan tarif Rp 20.000,-</li>
</ol>
<p>Dengan tarif Rp 35.000,-  peserta sudah mendapat dua kali makan berat, satu kali snack, menginap semalam di Kaliurang, pembatas buku, tiket masuk museum Ullen Sentalu dan beberapa fasilitas lain. Dengan Rp 35.000,- tentu tidak murah. Kami menyadari itu. Namun dengan fasilitas yang diberikan tampaknya harga yang diberikan telah sebanding. Maklum anggaran dari kampus sendiri tidak ada. Dana dari penggalian dana dan KMHD sendiri tidak terlalu besar. Panitia yakin, dengan semangat dari semeton-semeton KMHD sekalian, tiket makrab kali ini tidaklah terlalu mahal.<br />
Panitia mohon kesediaan dari anggota lama untuk turut menyukseskan acara ini. Atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih.</p>
<p>Om Santhi Santhi Santhi</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kmhdswastikataruna.wordpress.com/30/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kmhdswastikataruna.wordpress.com/30/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kmhdswastikataruna.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kmhdswastikataruna.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kmhdswastikataruna.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kmhdswastikataruna.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kmhdswastikataruna.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kmhdswastikataruna.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kmhdswastikataruna.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kmhdswastikataruna.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kmhdswastikataruna.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kmhdswastikataruna.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kmhdswastikataruna.wordpress.com&blog=1423490&post=30&subd=kmhdswastikataruna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kmhdswastikataruna.wordpress.com/2007/09/17/tentang-makrab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fad03c512034f577a2fae632fed09f72?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">swastikataruna</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Read this….</title>
		<link>http://kmhdswastikataruna.wordpress.com/2007/09/05/read-this%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://kmhdswastikataruna.wordpress.com/2007/09/05/read-this%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Sep 2007 07:32:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>swastikataruna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hot issue]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kmhdswastikataruna.wordpress.com/2007/09/05/read-this%e2%80%a6/</guid>
		<description><![CDATA[
Kebimbangan adalah sebuah awal dari suatu kesalahan
Sesaat kita berpikir apa itu benar dan apa itu salah, namun ketahuilah bahwa ketika itu kita sedang berada dalam kebimbangan.
Siapa pun dalam situasi ini dia tidak tahu mana yang harus ia pilih dan apa yang kemudian ia pilih apakah sudah menjadi yang terbaik baginya.
Pada akhirnya hanya kebingungan yang berunjung [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kmhdswastikataruna.wordpress.com&blog=1423490&post=28&subd=kmhdswastikataruna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p STYLE="text-align: center"><img SRC="http://i212.photobucket.com/albums/cc148/kmhd_usd/bimbang.jpg" BORDER="0" WIDTH="89" HEIGHT="100" /></p>
<p>Kebimbangan adalah sebuah awal dari suatu kesalahan<br />
Sesaat kita berpikir apa itu benar dan apa itu salah, namun ketahuilah bahwa ketika itu kita sedang berada dalam kebimbangan.<br />
Siapa pun dalam situasi ini dia tidak tahu mana yang harus ia pilih dan apa yang kemudian ia pilih apakah sudah menjadi yang terbaik baginya.<br />
Pada akhirnya hanya kebingungan yang berunjung pada kebimbangan selanjutnya yang muncul, hingga ia tidak tahu lagi mana awal dan mana akhir dari apa yang sebenarnya ia hadapi.<br />
Ini tidak akan berakhir selama si pembimbang menyoalkan benar dan salah dalam kekalutan pikirannya.<br />
Kebimbangan akan menuntun seseorang kedalam lingkaran hitam dimana ia makin terjerumus lebih dalam bersama penyesalan, baik ini disadari ataupun tidak disadari.<br />
LALU SALAHKAH MANUSIA BILA IA BIMBANG?<br />
Ooo…tentu saja itu bukan merupakan suatu kesalahan, tapi itu merupakan hal yang sangat manusiawi.<br />
Setiap manusia mengalaminya, apalagi ketika menghadapi pilihan sulit dalam hidupnya.<br />
Namun, tetap saja itu hanya sebuah pilihan, karena hidup sendiri merupakan pilihan (selain merupakan anugrah dari Tuhan).<br />
Kita harus memilih apa yang terbaik buat diri kita, tapi bukan berarti kita harus berpusing-pusing ria dalam memilih.<br />
Saat kita pusing dan lama memikirkan pilihan apa yang terbaik buat diri kita, sebenarnya kita membiarkan diri kita untuk terbuai dalam kebimbangan.<br />
Dalam situasi ini banyak hal bisa terjadi, mulai dari stress, makin banyaknya distorsi yang kita terima, hingga penyangkalan hati nurani kita sendiri.<br />
TAPI AKU INGIN YANG TERBAIK!?<br />
Hmmm…namun tetap saja kita harus memilih.<br />
Sekarang, fokus bukan bagaimana atau apa yang saya pilih tapi bagaimana kita harus memaknai dan menyikapi pilihan yang telah diambil.<br />
Mulailah menentukan pilihan, ingin menjadi yang seperti apa kita ini!?<br />
Dengan demikian kita bisa mengetahui pilahan apa yang terbaik buat kita di kemudian waktu, bukan lagi berpening-pening ria dalam kebimbangan seperti hal yang disebutkan diatas.<br />
SEKARANG TENTUKAN PILIHAN-MU DAN BERUSAHALAH, MAKA KITA BISA JADI APA YANG KITA INGINKAN.</p>
<p>Keep your mind<br />
Keep your soul<br />
Keep your faith</p>
<p>Dan semoga rahmat Tuhan menyertai kita,<br />
Selalu ….</p>
<p>GBU.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kmhdswastikataruna.wordpress.com/28/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kmhdswastikataruna.wordpress.com/28/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kmhdswastikataruna.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kmhdswastikataruna.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kmhdswastikataruna.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kmhdswastikataruna.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kmhdswastikataruna.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kmhdswastikataruna.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kmhdswastikataruna.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kmhdswastikataruna.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kmhdswastikataruna.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kmhdswastikataruna.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kmhdswastikataruna.wordpress.com&blog=1423490&post=28&subd=kmhdswastikataruna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kmhdswastikataruna.wordpress.com/2007/09/05/read-this%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fad03c512034f577a2fae632fed09f72?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">swastikataruna</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KMHD BERBICARA!</title>
		<link>http://kmhdswastikataruna.wordpress.com/2007/09/04/kmhd-berbicara/</link>
		<comments>http://kmhdswastikataruna.wordpress.com/2007/09/04/kmhd-berbicara/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Sep 2007 14:01:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>swastikataruna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hot issue]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kmhdswastikataruna.wordpress.com/2007/09/04/kmhd-berbicara/</guid>
		<description><![CDATA[Berbicara itu seperti bermain bola, mengendarai motor, atau mengelola toko. Semakin sering melakukannya, semakin mahir anda jadinya, dan semakin senang anda melakukannya. Tetapi anda harus mengetahui dasar-dasarnya terlebih dahulu. Memang benar berbicara merupakan bakat alami bagi seseorang, tapi bukankah mereka yang mempunyai kemampuan alami untuk suatu hal pun harus berusaha mengembangkannya? Yaitu mengubah bakat menjadi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kmhdswastikataruna.wordpress.com&blog=1423490&post=26&subd=kmhdswastikataruna&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Berbicara itu seperti bermain bola, mengendarai motor, atau mengelola toko. Semakin sering melakukannya, semakin mahir anda jadinya, dan semakin senang anda melakukannya. Tetapi anda harus mengetahui dasar-dasarnya terlebih dahulu. Memang benar berbicara merupakan bakat alami bagi seseorang, tapi bukankah mereka yang mempunyai kemampuan alami untuk suatu hal pun harus berusaha mengembangkannya? Yaitu mengubah bakat menjadi keahlian. Luciano Pavarotti contohnya, dilahirkan dengan suara indah, tetapi ia tetap belajar menyanyi. Satu hal yang banyak orang pelajari mengenai berbicara adalah kejujuran. Jika orang lain bisa berada pada posisi kita, mereka bisa memahami kita. Mereka akan tahu bahwa kita jujur. Sikap yang benar-kemauan untuk berbicara, meski merasa tidak enak untuk pertama kali adalah merupakan unsur dasar lain untuk menjadi pembicara yang baik. Disamping kemauan untuk melaksanakannya, anda paling tidak memerlukan dua syarat untuk menjadi konversasionalis yang baik: perhatian yang dalam kepada orang lain dan keterbukaan diri anda kepada mereka.</p>
<p>Entah lingkupnya sosial atau profesional, hal pertama yang harus diatasi dalam berbicara dengan orang-orang adalah membuat mereka mudah melakukannya. Kita semua cenderung gugup atau paling tidak agak gugup jika berbicara dengan orang yang belum pernah kia temui sebelumnya, atau saat pertama kali berbicara di depan publik. Cara terbaik untuk mengatasi perasaan malu adalah dengan mengingatkan diri anda bahwa kita semua manusia, dan anda tidak perlu gugup meski berbicara dengan seorang profesor atau dengan yang lain. Ingatlah: Orang yang anda ajak berbicara akan semakin menikmati percakapan jika mereka tahu anda menkmatinya juga, entah anda merasa sederajat dengan mereka atau tidak.</p>
<p>DENGARKANLAH. Jika anda tidak mendengarkan seseorang dengan lebih baik, anda tidak dapat mengharapkan mereka mendengarkan anda dengan lebih baik juga. Untuk menjadi pembicara yang baik anda harus menjadi pendengar yang baik. Ini lebih dari sekedar menunjukkan rasa tertarik pada teman berbicara anda. Mendengarkan dengan seksama membuat anda dapat memberi respons dengan lebih baik-menjadi pembicara yang baik ketika giliran anda tiba. Pertanyaan-pertanyaan lanjutan yang baik merupakan ciri konversasionalis yang baik.</p>
<p>Ingat pula mengajukan pertanyaan adalah rahasia keberhasilan percakapan.<br />
OK segitu dulu info yang dikutif dari buku yang berjudul SENI BERBICARA KEPADA SIAPA SAJA, KAPAN SAJA, DIAMANA SAJA, buat temen-temen KMHD semoga terinspirasi untuk cuap-cuap di email-nya KMHD&#8230; tenang ajah nanti disebarin ko&#8230;. atau kalau mau privasinya terjaga bisa di nego lah </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kmhdswastikataruna.wordpress.com/26/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kmhdswastikataruna.wordpress.com/26/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kmhdswastikataruna.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kmhdswastikataruna.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kmhdswastikataruna.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kmhdswastikataruna.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kmhdswastikataruna.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kmhdswastikataruna.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kmhdswastikataruna.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kmhdswastikataruna.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kmhdswastikataruna.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kmhdswastikataruna.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kmhdswastikataruna.wordpress.com&blog=1423490&post=26&subd=kmhdswastikataruna&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kmhdswastikataruna.wordpress.com/2007/09/04/kmhd-berbicara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/fad03c512034f577a2fae632fed09f72?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">swastikataruna</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>